NAMA : TITIANTI
NIM : RRA1C112016
Ujian
Akhir Semester
Kimia Organik I
Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si
Kimia Organik I
Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si
Jawaban
diposting diblog dan diprint jawabannya diserahkan ke UNJA Pasar dengan staf
administrasi paling lambat tanggal 8 Januari 2014.
1. Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian.
1. Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian.
v Jawab :
Senyawa
aromatik adalah senyawa hidrokarbon dengan ikatan tunggal dan ikatan rangkap
diantara atom-atom karbonnya. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon
aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap, .Benzena adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6.
Benzena tersusun atas 6 buah atom karbon yang bergabung membentuk sebuah
cincin, dengan satu atom hidrogen yang terikat pada masing-masing atom. Karena
hanya terdiri dari atom karbon dan hidrogen, senyawa benzena dapat
dikategorikan ke dalam hidrokarbon.
Sifat
Fisik:
- Zat cair tidak berwarna
- Memiliki bau yang khas
- Mudah menguap
- Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
- Titik Leleh : 5,5 derajat Celsius
- Titik didih : 80,1derajat Celsius
- Densitas : 0,88
Sifat
Kimia:
- Bersifat kasinogenik (racun)
- Merupakan senyawa nonpolar
- Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
- Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.
Senyawa aromatik sukar diadisi karena senyawa aromatik
merupakan senyawa yang stabil ikatannya sehingga adanya reaksi resonansi karena
terjadinya delokalisasi atau perpindahan daerah elektronnya sehingga ikatannya
sukar untuk di putuskan. Benzena merupakan senyawa tak jenuh (memiliki ikatan
rangkap) yang lebih mudah mengalami reaksi substitusi daripada reaksi adisi.
Hal ini terjadi karena adanya resonansi yang menyebabkan elektron pada senyawa
benzena selalu berpindah-pindah. Ikatan rangkap merupakan kumpulan elektron.
Jika suatu pereaksi, seperti bromin atau asam halida direaksikan dengan
benzena, kumpulan elektron pada ikatan rangkap benzena akan terdelokalisasi ke
ikatan tunggal sehingga ikatan tunggal tersebut berubah menjadi ikatan rangkap.
Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga menyulitkan terjadinya reaksi adisi.
2. Jelaskan dan buktikan dengan data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik berpotensi sebagai bahan bakar, bandingkan datanya dengan bahan bakar komersil.
v Jawab :
Senyawa
aromatik memiliki angka oktan tinggi. Contohnya
yaitu pada senyawa benzena digunakan
sebagai peningkat nilai Oktan pada bahan bakar kendaraan seperti bensin. Dan semakin tinggi nilai oktan di dalam bahan
bakar maka semakin tinggi pula kualitas bahan bakar tersebut.
Perbandingannya
dengan bahan bakar komersil yang lain senyawa aromatik memiliki angka oktan
yang lebih tinggi , dimana benzene memiliki angka oktan yaitu sebesar 101 di
bandingkan dengan bahan bakar komersil. Angka oktan suatu bahan bakar komersial
diketahui apabila waktu tunda ignisinya cocok dengan waktu tunda ignisi bahan
bakar rujukan utama yang memiliki persen volume isooktana tertentu. Model
menghasilkan angka oktana bahan bakar komersial BB-A sebesar 92,5, BB-B 94,5,
BB-C 89, BB-D 90,5 dan BB-E 91,5 yang memiliki ketepatan yang tinggi terhadap
klaim produser bahan bakar komersial.
3. Anda telah memahami
mengapa fenol lebih asam dari pada alkohol. Bandingkan pH fenol dengan asam
asetat, selanjutnya bagaimana caranya membuat fenol lebih bersifat asam
dari pada asam asetat(pH fenol lebih kecil dari pada pH asam asetat). Berikan
contohnya.
v Jawab :
Fenol merupakan asam yang lebih kuat dibandingkan
alkohol atau air. Kekuatan asam fenol kira-kira ditengah antara etanol dan asam
asetat. Fenol bersifat lebih asam dibandingkan alkohol karena anion yang
dihasilkan oleh resonansi,dengan muatan negatifnya disebar (delokalisasi) oleh
cincin aromatik. fenol juga termasuk golongan alkohol dan biasa disebut alkohol
aromatic.
PH fenol lebih kecil dari pada Ph asam
asetat, Karena itu fenol lebih asam dibanding alkohol, maka untuk membuat fenol
lebih asam dari pada asam asetat , caranya fenol diubah menjadi natrium fenoksida
dengan memakai NaOH (logam Na dipakai
untuk mengubah alkohol menjadi ion alkoksida).
4
Eter secara umum lebih non polar dari pada alkohol. Temukan
sekurang-kurangnya tiga contoh eter yang lebih polar dari pada alkohol,
kemukakan alasannya satu persatu.
v Jawab :
Ø
Eter lebih non polar dari pada alkohol dikarenakan
gugus fungsi yang diikat oleh masing-masing hidrokarbon tersebut, dimana eter
memiliki gugugs fungsi R-O-R, dan alkohol R-OH. Selain itu eter digunakan secara
luas, sebagai pelarut non polar untuk melarutkan senyawa nonpolar pula seperti
lemak lilin dan minyak.
Ø
Dietil
Eter (Etoksi Etana), biasanya digunakan sebagai pelarut-pelarut
senyawa organik. Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat arestesi
(obat bius) di rumah sakit.
Ø
MTBE (Metil
Tertier Burtir Eter), senyawa eter ini untuk menaikan angka oktan bensin
penggantikan kedudukan TEL/TML, sehingga di hasilkan bensin yang ramah yang
ramah lingkungan, sebab tidak menghasilkan debu timbal(pb2+) seperti bila di
gunakan TEL/TML. Menaikan angka oktan pada bensin adalah satu upaya untuk
meningkatan kualitas bensin sendiri didefinisikan sebagai persentase isooktana
dalam bahan bakar rujukan yang memberiakan intensitas ketuan yang sama pada
mesin uji.